Kucing

Apakah Kucing Makan Nasi Bisa Gemuk? Ini Kata Dokter Hewan dan Hasil Penelitiannya

Daftar isi
  1. Apa kata dokter hewan Indonesia soal nasi dan obesitas?
  2. Apa hasil penelitian soal karbohidrat dan berat badan kucing?
  3. Kenapa hasil penelitian itu tidak berlaku untuk nasi di piring?
  4. Jika ingin menaikkan berat kucing, apa yang lebih aman?
  5. Catatan iklim tropis
  6. Pertanyaan umum
  7. Referensi

Nasi bisa ikut membuat kucing kelebihan berat badan bila diberikan berlebihan, tetapi nasi bukan cara sehat untuk menggemukkan kucing. Dokter hewan Indonesia mengingatkan nasi berisiko memicu obesitas dan diabetes, sementara penelitian pada pakan kucing yang seimbang menunjukkan kenaikan lemak tubuh lebih ditentukan oleh total kalori dan kadar lemak.

Ringkasan

  • "Selain diabetes, juga dapat menyebabkan obesitas yang dapat memengaruhi kerja jantung, paru, hati, dan ginjal," tutur Slamet Raharjo, dosen FKH UGM, kepada Kompas.com [1].
  • Kompas.com, melansir PetMD (milik Chewy), menyebut karbohidrat dalam nasi tidak memberikan manfaat nutrisi yang berarti bagi kucing, dan konsumsi karbohidrat berlebihan dapat menyebabkan obesitas [2].
  • Meta-analisis 16 penelitian (2025) tidak menemukan kaitan antara kadar karbohidrat pakan dan kenaikan massa lemak tubuh kucing. Salah satu penulisnya memegang kursi profesor yang didanai Royal Canin (milik Mars Inc.) [3].
  • Kajian di JAVMA (2022) menilai pakan rendah karbohidrat tetapi tinggi lemak justru meningkatkan risiko obesitas. Para penulisnya memiliki hubungan kerja atau pendanaan dari industri pakan hewan [4].
  • Penelitian tersebut menguji pakan komersial yang lengkap dan seimbang, bukan nasi putih sebagai menu harian [4].

Di banyak rumah, nasi campur lauk masih menjadi menu kucing sehari-hari, dan sebagian pemilik berharap kucing yang kurus jadi lebih berisi. Pertanyaannya, benarkah nasi membuat kucing gemuk, dan apakah gemuk karena nasi itu sehat?

Apakah Kucing Makan Nasi Bisa Gemuk? Ini Kata Dokter Hewan dan Hasil Penelitiannya

Apa kata dokter hewan Indonesia soal nasi dan obesitas?

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), Slamet Raharjo, mengungkapkan nasi dapat menyebabkan kucing menderita diabetes. "Kucing tidak dapat mencerna bijian, nasi, atau karbohidrat. Bila diberi pakan itu (dalam) jangka panjang, menyebabkan kerusakan pankreas yang memicu diabetes," kata Slamet kepada Kompas.com, Sabtu (4/1/2025) [1].

Menurut Slamet, dampaknya tidak berhenti di diabetes. "Selain diabetes, juga dapat menyebabkan obesitas yang dapat memengaruhi kerja jantung, paru, hati, dan ginjal," tutur Slamet [1]. Kompas.com menulis, obesitas itu terjadi karena nasi lebih lama berada dalam usus akibat pencernaan kucing yang melambat [1].

Slamet menyarankan kucing sebaiknya tidak diberi pakan berupa nasi. Ia juga mengingatkan komposisi pakan kucing komersial seharusnya bebas karbohidrat dan berkadar protein minimal 28 persen [1].

Kompas.com, melansir PetMD, Rabu (26/3/2025), menyampaikan hal senada. Karbohidrat dalam nasi tidak memberikan manfaat nutrisi yang berarti bagi kucing. Konsumsi karbohidrat berlebihan bahkan dapat menyebabkan obesitas, yang berisiko memicu diabetes, radang sendi, dan penyakit jantung [2].

Apa hasil penelitian soal karbohidrat dan berat badan kucing?

Dua kajian internasional tidak menemukan karbohidrat dalam pakan seimbang sebagai pemicu kenaikan lemak tubuh kucing. Keduanya menguji pakan kucing yang diformulasikan, bukan nasi [3][4].

Meta-analisis 2025. Meta-analisis karya Hannah Godfrey, Jennifer Ellis, dan Adronie Verbrugghe dari University of Guelph, Kanada, yang terbit di Journal of Animal Science, menganalisis 16 penelitian. Data massa lemak tubuh berasal dari 9 di antaranya. Melansir abstraknya, kadar karbohidrat pakan dalam rentang 2,8 hingga 57 persen energi metabolis tidak terbukti menjadi faktor risiko kenaikan massa lemak tubuh, insulin puasa, maupun gula darah puasa pada kucing. Para peneliti tetap menyarankan kajian lanjutan, terutama soal peran lemak pakan dan kondisi tubuh kucing [3].

Salah satu penulisnya, Adronie Verbrugghe, memegang kursi profesor yang didanai Royal Canin (Royal Canin Veterinary Diets Endowed Chair) dan duduk di dewan penasihat Vetdiet. Menurut pernyataan konflik kepentingan dalam makalah itu, ia juga pernah menerima honorarium serta dana penelitian dari berbagai produsen pakan hewan dan pemasok bahan baku. Penulis pertama, Hannah Godfrey, pernah magang dan bekerja berbayar di perusahaan pakan hewan di Kanada. Penelitian ini sendiri tidak menerima dana [3].

Kajian JAVMA 2022. Dorothy Laflamme dan rekan meninjau berbagai penelitian dan menilai karbohidrat dalam pakan yang seimbang tampaknya tidak berdampak buruk pada kucing sehat. Menurut kajian itu, pakan rendah karbohidrat tetapi tinggi lemak justru meningkatkan risiko obesitas, karena lemak mengandung lebih dari dua kali lipat kalori karbohidrat. Menurut bagian ucapan terima kasih dalam kajian itu, saat penulisan Laflamme bekerja untuk Nestlé Purina Petfood dan masih menjadi konsultan industri pakan hewan, Forrester bekerja untuk Hill's Pet Nutrition, sedangkan Backus dan Hoenig pernah menerima dana penelitian dari berbagai perusahaan pakan hewan. Para penulis menyatakan pemberi kerja dan sponsor tidak terlibat dalam penulisan kajian tersebut [4].

Sumber Yang diukur Temuan
Slamet Raharjo, FKH UGM [1] Pemberian nasi pada kucing Nasi dapat memicu diabetes dan obesitas
Kompas.com melansir PetMD [2] Karbohidrat berlebih dari nasi Tidak bermanfaat; berlebihan dapat menyebabkan obesitas
Meta-analisis, J Anim Sci 2025 [3] Kadar karbohidrat dalam pakan uji 2,8–57 persen energi Tidak berkaitan dengan kenaikan massa lemak tubuh
Kajian JAVMA 2022 [4] Pakan komersial seimbang Pakan tinggi lemak lebih berisiko memicu obesitas

Kedua pihak mengukur hal yang berbeda. Slamet dan PetMD membahas nasi sebagai makanan kucing, sedangkan penelitian internasional membahas karbohidrat yang sudah dimasak dalam pakan lengkap [1][2][4].

Baca juga: Kucing Boleh Makan Apa Saja? Ini Makanan Manusia yang Aman dan yang Berbahaya

Kenapa hasil penelitian itu tidak berlaku untuk nasi di piring?

Kajian JAVMA menegaskan, temuan tersebut berlaku untuk karbohidrat di dalam pakan yang seimbang, dengan syarat kebutuhan protein kucing tetap terpenuhi [4]. Kajian itu menyebut, bila karbohidrat melebihi sekitar 50 persen kalori, kebutuhan nutrisi lain, terutama protein, sulit dipenuhi. Karena itu, penulisnya menyarankan karbohidrat dalam pakan kucing sehat tidak melebihi 40 hingga 50 persen kalori [4].

Soal kebutuhan nutrisi, drh. Tetty Barunawati Siagian, dosen IPB University, menyebut kucing adalah karnivora obligat yang membutuhkan nutrisi yang hanya terdapat dalam daging [5]. Kompas.com, melansir PetMD, juga menyebut nasi bagi anak kucing hanya menambahkan kalori kosong yang sulit dicerna [2]. Dokter hewan Texas A&M dalam Pet Talk juga menyebut anak kucing dapat diare bila diberi pakan bermutu rendah atau terlalu banyak karbohidrat [7].

Jika ingin menaikkan berat kucing, apa yang lebih aman?

Dokter hewan yang dikutip menyarankan pakan kucing yang lengkap, bukan nasi [1][5]. Panduan lengkap soal berat ideal dan kucing kurus dibahas di artikel induk.

Baca juga: Kucing Gemuk Berapa Kg? Ini Angka Idealnya Menurut Dokter Hewan

Beberapa langkah yang dianjurkan:

Catatan iklim tropis

Soal penyimpanan makanan matang, Reisi Nurdiani, dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, menyebut makanan matang untuk manusia yang disimpan di suhu ruang 25–30°C hanya aman dikonsumsi dalam 2–4 jam, dan hanya 1 jam bila suhu ruangan lebih dari 32°C [6].

Pertanyaan umum

Apakah kucing makan nasi tiap hari pasti gemuk?

Tidak selalu. Penelitian pada pakan seimbang menunjukkan kenaikan lemak tubuh lebih terkait dengan total kalori dan kadar lemak [3][4]. Namun, Slamet mengingatkan nasi jangka panjang berisiko memicu diabetes [1].


Catatan: PetGizi tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Informasi dalam artikel ini bersifat umum. Kucing yang terlalu kurus atau terlalu gemuk sebaiknya diperiksa dokter hewan untuk mengetahui penyebab dan pakan yang tepat.

Referensi

  1. Kompas.com (4 Januari 2025). Apakah Kucing Boleh Makan Nasi? Ini Saran Dokter Hewan. https://www.kompas.com/tren/read/2025/01/04/200000465/apakah-kucing-boleh-makan-nasi-ini-saran-dokter-hewan. Diakses pada 30 Oktober 2026.
  2. Kompas.com (26 Maret 2025). Apakah Kucing Boleh Makan Nasi? (melansir PetMD, milik Chewy). https://www.kompas.com/homey/read/2025/03/26/170000776/apakah-kucing-boleh-makan-nasi. Diakses pada 30 Oktober 2026.
  3. Godfrey, H., Ellis, J.L., & Verbrugghe, A. (2025). A meta-analysis: dietary carbohydrates do not increase body fat or fasted insulin and glucose in cats. Journal of Animal Science, skaf071. https://doi.org/10.1093/jas/skaf071 (abstrak via Europe PMC, PMID 40052519). Diakses pada 30 Oktober 2026.
  4. Laflamme, D.P., Backus, R.C., Forrester, S.D., & Hoenig, M. (2022). Evidence does not support the controversy regarding carbohydrates in feline diets. Journal of the American Veterinary Medical Association, 260(5). https://avmajournals.avma.org/view/journals/javma/260/5/javma.21.06.0291.xml. Diakses pada 30 Oktober 2026.
  5. IPB University (Februari 2025). Apakah Kucing Bisa Makan Makanan Manusia? Dosen IPB University Beri Penjelasan. https://www.ipb.ac.id/news/index/2025/02/apakah-kucing-bisa-makan-makanan-manusia-dosen-ipb-university-beri-penjelasan/. Diakses pada 30 Oktober 2026.
  6. IPB University (September 2025). Makanan Rumahan Hanya Aman di Suhu Ruang Maksimal Empat Jam, Ini Penjelasan Ahli Gizi IPB University. https://www.ipb.ac.id/news/index/2025/09/makanan-rumahan-hanya-aman-di-suhu-ruang-maksimal-empat-jam-ini-penjelasan-ahli-gizi-ipb-university/. Diakses pada 30 Oktober 2026.
  7. Texas A&M College of Veterinary Medicine & Biomedical Sciences, Pet Talk. Choosing the best diet for your kitten. https://vetmed.tamu.edu/news/pet-talk/choosing-the-best-diet-for-your-kitten/. Diakses pada 30 Oktober 2026.