Makanan Anjing yang Bagus untuk Bulu, Nutrisi Apa yang Perlu Dicek?
Daftar isi
Makanan anjing yang bagus untuk bulu adalah pakan lengkap dan seimbang dengan protein dan lemak yang cukup, asam lemak esensial, serta mineral seperti seng dan tembaga. Melansir VCA Animal Hospitals (afiliasi Mars Inc.), kekurangan protein atau lemak dapat membuat bulu kering, kusam, rapuh, bahkan rontok [1].
Ringkasan
- Melansir VCA, pakan anjing dewasa idealnya mengandung protein 25–30 persen dan lemak 10–15 persen dari bahan kering, dengan daya cerna di atas 80 persen [1].
- Kekurangan asam lemak esensial membuat kulit bersisik dan kering serta bulu mudah kusut [1].
- Omega-3 EPA dan DHA dari ikan laut berair dingin dapat membantu kulit yang gatal; omega-3 nabati tidak efektif pada anjing, melansir Tufts [1][2].
- Bulu rontok juga bisa disebabkan infeksi, alergi, dan gangguan hormon, bukan hanya pakan [3].
Bulu yang mengilap kerap dianggap tanda anjing sehat. Penilaian itu tidak sepenuhnya keliru, tetapi kondisi bulu dipengaruhi banyak hal, mulai dari pakan, parasit, alergi, hingga cuaca.

Apa hubungan makanan dengan bulu anjing?
Melansir VCA Animal Hospitals (afiliasi Mars Inc.), kekurangan gizi dapat berdampak besar pada kulit dan bulu. Kondisi ini kerap terjadi ketika anjing diberi makanan rumahan yang tidak seimbang dalam waktu lama. Kekurangan gizi juga dapat terjadi pada anjing yang diberi pakan kering komersial bermutu rendah, pakan dengan kelebihan nutrisi tertentu, atau pakan yang ditambah suplemen secara tidak tepat [1].
VCA juga mencatat, masalah kulit dan bulu termasuk alasan yang paling sering membuat pemilik membawa anjingnya ke dokter hewan, dengan porsi hingga 25 persen kunjungan [1].
Laman produsen pakan Royal Canin Indonesia (milik Mars Inc.) mencatat, kulit dan bulu anjing menggunakan 30 persen dari asupan protein hariannya untuk tumbuh dan berkembang [4].
Baca juga: Makanan Anjing yang Bagus Seperti Apa?
Nutrisi apa yang penting untuk bulu anjing?
Melansir VCA Animal Hospitals, berikut nutrisi yang berperan bagi kulit dan bulu anjing serta akibat bila kekurangan [1]:
| Nutrisi | Peran | Tanda bila kurang |
|---|---|---|
| Protein dan lemak | Bahan pembentuk kulit dan bulu | Bulu rontok di beberapa bagian, warna memudar, bulu kering, kusam, dan rapuh |
| Asam lemak esensial (omega-6 dan omega-3) | Harus didapat dari makanan | Kulit bersisik dan kering, bulu mudah kusut, kulit kehilangan elastisitas, infeksi telinga |
| Tembaga | Pigmen dan kualitas bulu | Bulu kusam, kering, rontok berpetak, warna "pudar" |
| Seng | Kesehatan kulit | Bulu rontok, luka kulit, kulit menebal dan pecah-pecah, terutama di sendi dan telapak kaki |
Tabel: nutrisi untuk kulit dan bulu anjing, melansir VCA Animal Hospitals [1].
VCA menyebut kadar protein pakan anjing dewasa sebaiknya 25–30 persen dari bahan kering dan lemak 10–15 persen. Untuk anak anjing, protein 30–35 persen dan lemak 15–30 persen, dengan daya cerna keseluruhan di atas 80 persen [1].
Royal Canin Indonesia (produsen pakan) juga menyebut vitamin A penting karena membantu mengatur pertumbuhan sel kulit dan produksi sebum [4].
Soal lemak, Petfoodology dari Cummings School of Veterinary Medicine, Tufts University, mencatat sebagian besar penelitian menunjukkan pakan berlemak lebih tinggi menghasilkan bulu yang lebih mengilap. Meski demikian, tidak semua anjing cocok dengan pakan tinggi lemak. Pakan padat kalori dan tinggi lemak dikaitkan dengan obesitas, diare, dan pankreatitis, sehingga pergantian pakan sebaiknya dibicarakan dengan dokter hewan lebih dulu [2].
Apakah anjing perlu suplemen minyak ikan?
Tidak selalu. Melansir VCA, omega-3 EPA dan DHA memengaruhi produksi zat pemicu peradangan dan gatal pada kulit sehingga bersifat antiradang. Sumber yang dipilih umumnya ikan laut berair dingin. VCA mencatat banyak pakan anjing sudah mengandung omega-3, sehingga jumlah tambahan sebaiknya ditentukan bersama dokter hewan [1].
Tufts menambahkan, omega-3 dari tumbuhan tidak efektif pada anjing dan kucing. Manfaat omega-3 untuk masalah kulit umumnya ringan dan kecil kemungkinannya menuntaskan masalah bila ada penyakit yang mendasari [2]. VCA juga menyebut omega-3 bekerja paling baik bila penyebab gatal, misalnya kutu, sudah dikendalikan [1].
Laman Royal Canin Indonesia (produsen pakan) menyarankan pemilik berbicara dengan dokter hewan sebelum menambahkan minyak hati ikan kod atau minyak ikan ke menu anjing [4].
Bagaimana tanda bulu anjing kurang gizi?
Melansir VCA, masalah gizi perlu dipertimbangkan bila muncul perubahan berikut [1]:
- Bulu jarang, kering, kusam, dengan ujung bercabang.
- Bulu lambat tumbuh atau tidak tumbuh kembali di bagian yang dicukur.
- Warna bulu berubah atau memudar.
Namun, bulu rontok tidak selalu berkaitan dengan pakan. Kompas.com, melansir Wag Walking, menyebut kerontokan bulu pada anjing dapat disebabkan infeksi kulit, alergi, dan gangguan endokrin [3]. Untuk bulu rontok akibat alergi makanan, dokter hewan dapat merekomendasikan pakan hipoalergenik beserta cara peralihan yang tepat [3].
Melansir VCA, alergi makanan yang terkonfirmasi sebenarnya tidak terlalu umum pada anjing. Salah satu alergen makanan yang paling sering adalah ayam, tetapi anjing juga bisa alergi terhadap bahan protein dan karbohidrat lain [1].
Catatan iklim tropis
Soal penyimpanan pakan kering di udara panas dan lembap, penelitian Hibberson dan Vogelnest (2014) dari University of Sydney menemukan tungau gudang pada 7 dari 9 sampel dari kantong pakan kering anjing baru yang belum dibuka, setelah disimpan pada kondisi rata-rata 26°C dan kelembapan 80 persen selama 6 minggu. Para peneliti menilai temuan ini relevan dengan sensitivitas terhadap tungau pada dermatitis atopik anjing [5].
Pertanyaan umum
Apakah makanan anjing murah bisa membuat bulu sehat?
Bisa, asalkan pakan itu lengkap dan seimbang. Pedoman WSAVA menyarankan pakan berlabel lengkap (complete) dan sesuai tahap usia anjing [6]. Melansir VCA, pakan anjing dewasa idealnya mengandung protein 25–30 persen dan lemak 10–15 persen dari bahan kering, dengan daya cerna di atas 80 persen. VCA juga mencatat pakan kering komersial bermutu rendah dapat memicu kekurangan gizi yang tampak pada kulit dan bulu [1]. Tufts menambahkan, pakan berlemak lebih tinggi cenderung menghasilkan bulu lebih mengilap, tetapi tidak cocok untuk semua anjing [2]. Cara memilih pakan murah dibahas di Makanan Anjing yang Bagus Seperti Apa?.
Catatan: PetGizi tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan dokter hewan untuk penanganan masalah kesehatan hewan peliharaan. Artikel ini belum ditinjau dokter hewan.
Referensi
- VCA Animal Hospitals. Nutrition, Skin, and Dogs. https://vcahospitals.com/know-your-pet/nutrition-skin-and-dogs. Diakses pada 30 Oktober 2026.
- Petfoodology, Cummings School of Veterinary Medicine at Tufts University (17 September 2019). Can I change my pet's diet to improve skin and coat health? https://sites.tufts.edu/petfoodology/2019/09/17/can-i-change-my-pets-diet-to-improve-skin-and-coat-health/. Diakses pada 30 Oktober 2026.
- Kompas.com (11 Juli 2021). Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Bulu Anjing yang Rontok. https://www.kompas.com/homey/read/2021/07/11/104500876/gejala-penyebab-dan-cara-mengatasi-bulu-anjing-yang-rontok. Diakses pada 30 Oktober 2026.
- Royal Canin Indonesia (produsen pakan). Memahami ketombe dan kulit kering pada anjing. https://www.royalcanin.com/id/dogs/health-and-wellbeing/dog-dandruff-and-dry-skin. Diakses pada 30 Oktober 2026.
- Hibberson, C.E. & Vogelnest, L.J. (2014). Storage mite contamination of commercial dry dog food in south-eastern Australia. Australian Veterinary Journal. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24862999/. Diakses pada 30 Oktober 2026.
- WSAVA Global Nutrition Committee (2021). Guidelines on Selecting Pet Foods. https://wsava.org/wp-content/uploads/2021/04/Selecting-a-pet-food-for-your-pet-updated-2021_WSAVA-Global-Nutrition-Toolkit.pdf. Diakses pada 30 Oktober 2026.