Anak Kucing Cirit-birit, Makanan Apa yang Aman? Ini Penyebab dan Cara Menanganinya
Daftar isi
Anak kucing yang cirit-birit sebaiknya tetap diberi pakan khusus anak kucing dan dijauhkan dari susu sapi, yang menurut dosen FKH UGM Slamet Raharjo dapat memicu diare yang berakibat fatal pada anak kucing [1]. Bila diare disertai lemas, muntah, atau feses berdarah, anak kucing perlu segera dibawa ke dokter hewan [2][3].
Ringkasan
- Susu sapi tidak direkomendasikan untuk kucing karena kucing secara genetik tidak punya laktase, enzim pencerna laktosa, kata Slamet Raharjo kepada Kompas.com [1].
- Kompas.com, melansir PetMD (milik Chewy), menyebut anak kucing sebaiknya tidak diberikan nasi sama sekali [4].
- Parasit sering menjadi penyebab diare anak kucing; perubahan pakan mendadak juga dapat memicu diare beberapa hari [2][3].
- Feses merah, hitam, atau hijau dan diare yang disertai gejala lain adalah tanda bahaya [2].
- Cornell menyarankan pemeriksaan dokter hewan bila diare lebih dari satu atau dua hari dan disertai lesu, tidak mau makan, atau muntah [3].
Cirit-birit atau diare pada anak kucing kerap membuat pemilik panik. Kekhawatiran itu beralasan. Kompas.com, melansir Daily Paws, mengutip dokter hewan Lauren Demos yang mengingatkan bahwa anak kucing tidak memiliki cadangan tubuh untuk menghadapi stres fisik sehingga kondisinya dapat menurun dengan cepat [2].

Kenapa anak kucing bisa cirit-birit?
Penyebabnya beragam. Cornell Feline Health Center mencatat, anak kucing berisiko lebih tinggi mengalami diare ketika saluran cernanya sedang menyesuaikan diri dengan makanan padat. Perubahan pakan secara mendadak juga dapat menyebabkan diare selama beberapa hari [3].
Namun, makanan bukan satu-satunya tersangka. Kompas.com, melansir Daily Paws, menyebut Demos memperkirakan hanya sekitar 5 persen kasus diare kucing disebabkan oleh apa yang dimakan [2]. Penyebab lain yang disebut dalam artikel tersebut antara lain:
- Parasit usus. Menurut Demos, parasit sering menjadi penyebab diare anak kucing. Karena itu, ia menyebut anak kucing perlu menjalani minimal dua hingga tiga kali pengobatan cacing [2].
- Panleukopenia (distemper kucing). Infeksi virus ini menimbulkan diare dan muntah berat serta bisa mematikan. Kompas.com, mengutip laporan American Veterinary Medical Association, menyebut penyakit ini sering menyerang anak kucing berusia tiga hingga lima bulan [2].
- Susu sapi. Kompas.com, melansir BluePearl Specialty and Emergency Pet Hospitals, menyebut kucing tidak dapat mencerna susu sapi meski mau meminumnya [2].
Cornell menambahkan, situasi yang membuat stres, seperti perjalanan jauh, juga dapat memicu diare singkat [3].
Baca juga: Kucing Diare: Penyebab dan Kapan ke Dokter Hewan
Makanan apa yang aman untuk anak kucing yang cirit-birit?
Makanan yang aman adalah pakan khusus anak kucing, terutama makanan basah, yang tidak diganti mendadak [3][5]. Pengobatan tetap bergantung pada penyebabnya, sehingga pemeriksaan dokter hewan tetap menjadi langkah utama [2][3]. Sambil menunggu pemeriksaan, beberapa prinsip berikut dapat dipegang:
1. Tetap gunakan pakan khusus anak kucing.
Hello Sehat menyarankan pemilik memastikan makanan yang diberikan memang khusus untuk anak kucing. Makanan pertama yang terbaik adalah makanan basah yang diformulasi khusus anak kucing sebanyak 20–25 gram, karena makanan basah membantu anak kucing tetap terhidrasi [5].
2. Jangan mengganti pakan mendadak.
Cornell Feline Health Center mencatat perubahan pakan yang mendadak dapat membuat kucing diare selama beberapa hari [3].
3. Bagi porsi menjadi beberapa kali makan.
Untuk makanan basah, Hello Sehat menyebut jadwal makan anak kucing paling tidak empat kali dalam sehari [5].
4. Probiotik hanya atas saran dokter hewan.
Kompas.com, melansir Daily Paws, menyebut dokter hewan terkadang merekomendasikan probiotik khusus kucing selama satu atau dua hari untuk melihat apakah kondisinya membaik [2].
Sebaliknya, Demos tidak menyarankan pengobatan rumahan seperti pure labu atau makanan lunak karena dinilai kurang efektif, seperti dilansir Kompas.com dari Daily Paws [2].
Makanan apa yang sebaiknya dihindari?
| Makanan | Alasan | Sumber |
|---|---|---|
| Susu sapi | Kucing tidak punya laktase; diare pada anak kucing dapat berakibat fatal | Slamet Raharjo, FKH UGM [1] |
| Nasi | Kalori kosong yang sulit dicerna anak kucing | Kompas.com, melansir PetMD [4] |
| Pakan baru yang diganti mendadak | Dapat memicu diare beberapa hari | Cornell [3] |
Soal susu, Slamet Raharjo, dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKH Universitas Gadjah Mada, menjelaskan kepada Kompas.com bahwa glukosa dan laktosa yang tidak tercerna dapat menyebabkan diare pada kucing [1].
"Kucing secara genetik defisien/tidak punya laktase, enzim yang bertanggungjawab mencerna/mendigesti laktosa," ujar Slamet, Sabtu (22/10/2022) [1].
Ia menambahkan, efeknya berbeda pada tiap kucing. "Ada kucing yang tahan laktosa sehingga tidak diare, atau berefek ringan (diare ringan), namun juga bisa berefek berat seperti diare yang menyebabkan dehidrasi dan membahayakan nyawa," kata dia [1].
Untuk anak kucing yang tidak disusui induknya, Slamet merekomendasikan susu formula khusus untuk karnivora [1].
Soal nasi, Kompas.com, melansir PetMD, menyebut memberikan nasi kepada anak kucing hanya akan menambahkan kalori kosong yang sulit dicerna. "Oleh karena itu, sebaiknya anak kucing tidak diberikan nasi sama sekali," tulis Kompas.com [4].
Kapan anak kucing cirit-birit harus dibawa ke dokter hewan?
Anak kucing cirit-birit perlu dibawa ke dokter hewan bila diare berlanjut lebih dari satu atau dua hari, disertai gejala lain, atau fesesnya berdarah [2][3]. Sebagai patokan, Kompas.com, melansir Daily Paws, menyebut feses anak kucing yang normal memang lebih lembut daripada feses kucing dewasa, dengan warna cokelat muda hingga cokelat tua. Feses yang tidak berbentuk, terlalu lembek, atau cair termasuk diare [2].
Berikut tanda yang perlu diwaspadai:
- Feses berwarna merah, hitam, atau hijau, atau ada bercak darah [2].
- Diare disertai gejala lain [2].
- Diare lebih dari satu atau dua hari disertai tidak mau makan, lesu, atau muntah [3].
- Diare yang muncul 5–6 jam setelah minum susu lalu berlanjut tidak berhenti, menurut Slamet Raharjo [1].
Bila anak kucing diare tetapi masih beraktivitas normal, Kompas.com, melansir Daily Paws, menyebut pemilik dapat menunggu satu atau dua hari. Jika diare berlanjut, anak kucing sebaiknya segera dibawa ke dokter hewan karena berisiko dehidrasi [2]. Foto feses atau sampel tinja dapat dibawa untuk diperiksa di klinik [2].
Cornell juga mengingatkan agar tidak sembarangan memberi obat bebas, karena sebagian obat yang dijual bebas dapat berbahaya bagi kucing [3].
Catatan iklim tropis
Cornell menyebut kucing perlu memiliki akses ke air bersih dan segar setiap saat, dan diare membuat penyerapan air serta elektrolit tidak cukup [7][3]. VCA (afiliasi Mars Inc.) menyarankan makanan basah yang tidak dimakan dalam sekitar 30 menit dibuang [8].
Pertanyaan umum
Apa rekomendasi makanan anak kucing murah yang tetap aman?
PetGizi tidak merekomendasikan merek tertentu. Pilih pakan berlabel khusus anak kucing atau untuk pertumbuhan [5].
Apa makanan anak kucing umur 1 bulan yang diare?
Makanan basah khusus anak kucing. Hello Sehat menyebut makanan basah yang diformulasi khusus anak kucing sebagai makanan pertama yang terbaik karena membantu anak kucing tetap terhidrasi [5]. Susu sapi tidak direkomendasikan [1].
Apa rekomendasi makanan anak kucing yang bagus?
Pakan khusus anak kucing atau pakan pertumbuhan. Merck Veterinary Manual mencatat anak kucing umumnya beralih ke pakan dewasa pada usia 8–12 bulan [6].
Bolehkah anak kucing yang diare diberi susu kambing?
Dosen Parasitologi Veteriner Universitas Nusa Cendana, Aji Winarso, menyebut susu kambing bisa menjadi pilihan ketimbang susu sapi [1].
Catatan: PetGizi tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan dokter hewan untuk penanganan masalah kesehatan hewan peliharaan. Artikel ini belum ditinjau dokter hewan.
Referensi
- Kompas.com (22 Oktober 2022). Apakah Kucing Boleh Diberi Susu Sapi? Ini Kata Dokter Hewan. https://www.kompas.com/tren/read/2022/10/22/190500565/apakah-kucing-boleh-diberi-susu-sapi-ini-kata-dokter-hewan. Diakses pada 30 Oktober 2026.
- Kompas.com (9 September 2021). Penyebab Diare pada Anak Kucing dan Kapan Harus ke Dokter Hewan. https://www.kompas.com/homey/read/2021/09/09/210120176/penyebab-diare-pada-anak-kucing-dan-kapan-harus-ke-dokter-hewan. Diakses pada 30 Oktober 2026.
- Cornell Feline Health Center. Diarrhea. https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/cornell-feline-health-center/health-information/feline-health-topics/diarrhea. Diakses pada 30 Oktober 2026.
- Kompas.com (26 Maret 2025). Apakah Kucing Boleh Makan Nasi? (melansir PetMD, milik Chewy). https://www.kompas.com/homey/read/2025/03/26/170000776/apakah-kucing-boleh-makan-nasi. Diakses pada 30 Oktober 2026.
- Hello Sehat. Takaran Makan Kucing. https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/takaran-makan-kucing/. Diakses pada 30 Oktober 2026.
- Merck Veterinary Manual. Feeding Practices in Small Animals. https://www.merckvetmanual.com/management-and-nutrition/nutrition-small-animals/feeding-practices-in-small-animals. Diakses pada 30 Oktober 2026.
- Cornell Feline Health Center. Feeding Your Cat. https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/cornell-feline-health-center/health-information/feline-health-topics/feeding-your-cat. Diakses pada 30 Oktober 2026.
- VCA Animal Hospitals (afiliasi Mars Inc.). Dry, Canned, or Semi-Moist Food Choices for Cats. https://vcahospitals.com/know-your-pet/dry-canned-or-semi-moist-food-choices-for-cats. Diakses pada 30 Oktober 2026.